Year : 2019 – Day 2

Bangun subuh jam 4.30 WIB gagal total.

Kebangun entah jam berapa untuk buang air kecil and then automatically tidur lagi, dan bangun-bangun jam 6.30 WIB dalam keadaan badan kedinginan, idung meler, dan bersin-bersin.

Not a good way to start the first day on the job, isn’t it ?

And of course I failed to do everything I planned to do if I managed to wake up as planned.

But alas, saya berhasil merapihkan tempat tidur saya segera setelah beranjak dari tempat tidur, meski saya sempat menghabiskan 15 menit di atas kasur untuk mengumpulkan nyawa, mengerjap-ngerjapkan mata yang biasa gatal setiap kena flu.

That’s supposed to be one positive point-lah.

Saya juga menemukan sensasi tidak nyaman ketika baru bangun (hidung mampet, meler, badan kedinginan dan mata yang gatal) itu ternyata bisa langsung hilang dengan mandi air hangat dan bersiap berangkat. Its just gone. So it could be psychosomatic.

Next up, saya sarapan dua butir telur pesanan dari kantin bawah. Rasanya gurih, kemungkinan direbus menggunakan micin. Dunno if its good or nottomorrow I shall try bringing my own boiled egg.

Having just two egg for breakfast is a cakewalk to me, karena saya memang terbiasa jarang sarapan dan memulai makan di siang hari. Tapi besok, saya harus coba meal-plan-nya Brandon Schramm yaitu 2 butir telur, roti gandum, dan 1 butir apel.

For lunch, karena hari ini tidak ada nasi merah di ruang makan Direksi, so I ended-up makan nasi tumpeng mini hijau (kayanya dari pandan) yang lengkap dengan lauk pauk khas tumpeng. Tapi di sini saya berhasil mengurangi porsi nasinya hanya setengah, dengan lauk hanya ayam dan telur bumbu pedas. Yap, tidak ada sayuran.

In the afternoon, saya masih tergoda untuk mengkonsumsi satu butir bolu, mencicipi dua buah keripik pisang dan satu lembar keripik bayam. Its tough indeed, particularly dalam suasana meeting dengan tim dengan bahasan yang cukup memeras otak.

Malam-nya sebelum jam 19, saya makan siomay dan bumbu kacang, dan setengah jam kemudian : gado-gado. Now, awalnya saya memesan tambahan gado-gado karena melihat porsi siomay saya yang tidak terlalu banyak. But then, setelah selesai makan dan diam beberapa lama, ternyata perut ini merasa cukup juga, so gado-gado yang terjanjur dibeli tetap dimakan menjadi sesuatu yang, harus saya akui, excessive. Mostly its all in your headI should take a very good note in this (even tough I feel hungry now again as I wrote this).

I haven’t touch my piano practice as well as taking Brandon’s lean training plan. I am still tore up between having lean training or going out swimming for tomorrow morning.

Let’s see tomorrow. First goal should be up early at maximum 5 am in the morning.

En garde!

Year : 2019

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: